Jumat, 24 Maret 2017

Cara Budidaya Buah Naga Di Pot

Cara Budidaya Buah Naga Di Pot
Sebagai tanaman yang memiliki corak unik dan menarik, buah naga seringkali dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Biasanya, bibit buah naga yang  ditanam didalam pot ini memiliki keunggulan tersendiri karena kita bisa memantau, memindahkan dan mengatur posisi tanaman sesuai selera. Namun, agar menghasilkan tanaman buah naga yang produktif kita mesti harus mengetahui cara menanam, merawat dan memupuk bibit buah naga yang kita tanam secara baik dan benar.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar buah naga di pot bisa tumbuh dan berkembang hingga menghasilkan buah yang siap kita makan. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1.     Mempersiapkan Pot
Sebelum menanam bibit buah naga alangkah baiknya kita mempersiapkan pot terlebih dahulu, baik itu pot yang berbahan plastik, semen, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Namun, berdasarkan pengalaman, menanam bibit buah naga dalam pot yang terbuat dari tanah liat pertumbuhannya lebih bagus di bandingkan mengunakan pot yang terbuat dari bahan lainnya, sebab tanaman buah naga memerlukan perubahan suhu yang drastis dari siang  ke malam terutama saat proses pembungaan. Idealnya ukuran pot memiliki diameter sekitar 40 cm,  namun jika mengunakan pot lebih besar akan semakin baik.
2.       Mempersiapkan Tiang Penyangga
Tanaman buah naga memperlukan tiang penyangga untuk menyangga agar tidak roboh. Idealnya tiang penyangga terbuat dari besi beton dengan diameter 8-10 cm, ataupun balok kayu yang kuat dan tahan lama, mengingat umur buah naga dapat mencapai puluhan tahun. Sedangkan tinggi tiang penyangga antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot.
bibit buah naga

Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Pada bagian atas tiang penyangga diberi piringan dan berbentuk seperti setir mobil yang fungsinya untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
3.     Media Tanam
Sesudah pot dan tiang penyangga selesai di persiapkan, setelahnnya    adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya  adalah tanah, pasir, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:3:1. Selain itu, kita juga dapat menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit- kapur pertanian-sebanyak 100 g dicampurkan rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram air sehingga kondisi jenuh lalu biarkan selama sehari semalam.
4.     Menanam Bibit
Bibit buah naga idealnya di pilih yang besar, berasal dari cabang tua memiliki warna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Sebaiknya panjang bibit yang di tanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit di tanam di sekitar tiang penyangga dengan kedalaman 10 cm,  alangkah baiknya jangan terlalu dalam karena mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Sesudah ditanam media tanam di tekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.
5.     Memelihara Tanaman

Memelihara tanaman buah naga yang ditanam dipot tidak jauh berbeda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan.  Selai itu, perlu juga diperhatikan agar tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang penyangga dan tidak roboh. Oleh sebab itu, perlu mengikat batang buah naga ke tiang dengan mengunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka 8 tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhanya yang semakin membesar.

Jumat, 09 September 2016

Pemberantasan Penyakit Buah Naga dan Solusi Pencegahannya


Pemberantasan Penyakit Buah Naga dan Solusi Pencegahannya



Setiap tanaman hampir semua memiliki potensi penyakit yang bisa menyerang kapan saja. Termasuk dalam hal ini adalah dalam budidaya buah naga. Pertanyaanya, Apa saja penyakit yang biasa menyerang tanaman buah naga? Bagaimana pencegahan dan solusinya? Artikel di bawah ini akan mengupas tuntas tentang pemberantasan penyakit buah naga dan solusi pencegahannya.

1.       Layu Fusarium


Tanaman buah naga yang terserang penyakit ini memiliki Gejala tanaman buah naga menjadi layu dan busuk berwarna coklat . tanaman yang layu kemudian menguning dan akhirnya mengering. Lalu apa pengendaliannya? Solusinya secara teknis sederhana dengan mencabut tanaman buah naga yang terserang layu lalu dibakar. Tujuannya supaya tidak menular dan menjangkiti yang lain. Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan menyemprotnya dengan fungisida seperti benlate atau Derosol 60 WP pada bagian tanaman yang diserang. Dapat pula dengan melakukan penyiraman dengan menggunakan difolatan 0,2 % sesuai dosis yang dianjurkan.
hama buah naga

2.   

    Busuk pangkal batang


Tanaman Buah naga yang terserang penyakit ini diakibatkan oleh drainase yang buruk akibat genangan air. Biasanya menyerang di waktu musim penghujan. Tanaman buah naga yang terserang akan mengalami pembusukan pada pangkal batang dekat permukaan tanah. Batang yang terserang tampak berair dan berwarna kecoklatan. Lambat laun tanaman buah naga akan mati bila tak segera ditangani.
Bagaimana pencegahannya? Caranya; pertama bibit yang akan ditanam harus bebas patogen (penyakit) busuk batang. Kedua, membuat saluran drainase di sekeliling kebun agar air tidak tergenang dalam kebun. Ketiga, dilakukan pengolesan fungisida pada pangkal batang buah naga terutama di saat musim hujan. Kelima, musnahkan secepatnya bagian tanaman yang terserang penyakit ini.
Bagaimana pengendaliannya? Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida di bagian tanaman yang terserang penyakit ini. Fungisida yang dianjurkan antara lain Dithane M45 atau benlate 50 WP.

3.       Busuk bakteri


Penyakit ini bisa menyerang buah naga dengan kondisi layu, kusam dan berlendir, berwarna putih kekuningan pada sulur yang mengalami pembusukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Pengendaliannya adalah dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit dan menggantinya dengan bibit baru yang sehat supaya tidak menular ke bibit buah naga lainnya.  


Rabu, 27 April 2016

Pemupukan Susulan Budidaya Buah Naga




Pemupukan Susulan Budidaya Buah Naga


Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga, karena pupuk merupakan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Meskipun tanah telah menyediakan unsur hara tetapi ketersediaanya tidak mencukupi.
Untuk penanaman buah naga sistem organik, pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing, unggas, atau kompos yang telah matang. Adapun ciri pupuk kandang yang telah matang adalah sudah berbau seperti tanah. Namun untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, pada masa awal tanam dapat diberikan pupuk NPK 1 sendok makan per tanaman.
Selanjutnya jika tanaman sudah tumbuh baik, pemberian pupuk NPK dihentikan. Cara pemupukannya, pupuk NPK dimasukkan pada lubang di sekitar tanaman lalu ditutup dengan tanah. Selanjutnya disiram dengan air agar pupuk larut dan dapat segera diserap oleh tanaman.
No
Periode Pemupukan
Umur Tanaman
Jenis pupuk
Dosis
Keterangan
1
Awal tanam
1 bulan setelah tanam
Pupuk Kandang
3 KG
Per tanaman



Abu sekam
3 kg
Per tanaman



Pupuk NPK
1 sendok makan
Per tanaman
2
Bulan IV
3 bulan
Pupuk kandang
3 KG
Per tanaman



Pupuk NPK
1 sendok makan
Per tanaman
3
Bulan VI
6 bulan
Pupuk kandang
5 KG
Per tanaman



Abu sekam
3 KG
Per tanaman
4
Bulan X
9 bulan
Pupuk kandang 5 KG

Per tanaman



Abu sekam
3 kg
` Per tanaman
5
Bulan XII
12 bulan
=
--
Tanaman sudah berbuah


Keterangan        :
1.       Pemupukan diulang setiap tahun dan dosisnya dinaikkan 10 % setiap tahun.
2.       Pupuk NPK diberikan pada awal tanam dan umur 4 bulan setelah tanam. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif.
Pupuk kandang dan pupuk NPK dimasukkan pada lubang yang dibuat sekitar tanaman buah naga, lalu ditutup dengan tanah. Setelah pemupukan, siram dengan air agar pupuk mudah diserap tanaman. Pemberian pupuk kandang ini sangat membantu memperbaiki daya ikat tanah terhadap air, meningkatkan kesuburan tanah, dan buah yang dihasilkan lebih manis dan tahan dalam penyimpanan.
Untuk pengadaan bibit setek yang sulurnya berumur tua, biasanya pada umur 9-10 bulan setelah tanam (menjelang musim bunga) ada yang sudah mulai berbuah. Menjelang musim pembungaan (Agustus- September) dapat diberi abu sekam padi yang mengandung kalium tinggi sebanyak 2-3 kg per tanaman. Hal ini bertujuan untuk membantu tanaman membentuk sulur produktif dan kelak buah yang dihasilkan terasa lebih manis. Frekuensi pemupukan setiap bulan dengan dosis 6-10 kg per tiang pancang (4 tanaman)
Anda berminat budidaya buah naga? Kami sedia bibit buahnaga. Ready stok bibit buah naga merah dan putih. Siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/WA 087838393451 beralamat di Dusun Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Kec Mlati Sleman. Semoga anda sukses dalam budidaya buah naga. 
bibit buah naga

Kamis, 21 April 2016

Pemangkasan dan manfaatnya bagi budidaya buah naga

 

Pemangkasan dan manfaatnya bagi budidaya buah naga


Selama masa vegetatif (tak kawin), tanaman buah naga aktif membentuk tunas tunas baru. Apabila tunas dibiarkan tumbuh maka akan terjadi kompetisi dalam memperoleh cahaya dan unsur hara sehingga pertumbuhan tunas kurang baik. Untuk mendapatkan tunas atau cabang produktif yang tumbuh kekar dan sehat maka harus dilakukan pengaturan cabang produktif. Pengaturan ini dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuhnya kurang baik dan kurang mendapat sinar matahari.
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk batang pokok, cabang cabang produktif dan seleksi buah naga yang baik. Dengan cara ini makan tanaman buah naga diharapkan dapat berproduksi secara optimal dengan kualitas baik.

Membentuk batang pokok
Setelah bibit buah naga ditanam beberapa minggu, maka secara otomatis akan tumbuh tunas tunas baru. Pilih satu tunas yang tampak tumbug kekar, tebal dan batangnya hijau tua. Tunas tunas lainnya yang kurang bagus dipangkas agar tunas yang dipilih dapat berkembang lebih cepat. Selama proses pembentukan batang pokok ada kemungkinan tumbuh tunas baru. Tunas ini harus dipangkas secepatnya.
Setelah pertumbuhan batang pokok mencapai 10 cm, bagian pucuknya segera dipangkas. Tujuan pemangkasan ini adalah memacu pembentukan cabang cabang produktif yang kelak merupakan tempat munculnya buah.
Pengaturan cabang produktif
Dengan memangkas ujung batang pokok maka akan tumbuh banyak tunas. Pilih cabang terbaik sebanyak 3-4 cabang produktif per tanaman. Cabang terpilih diarahkan keluar agar mendapat sinar mataharipenuh. Biarkan cabang terpilih tumbuh memanjang dan melengkung ke bawah. Bila muncul tunas pada batang utama maka harus secepatnya dipangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan cabang produktif. Pada setiap cabang pertama dapat dipelihara dua cabang produktif kedua. Dengan demikian setiap tanaman memiliki 6-8 cabang yang harus dipertahankan sampai menghasilkan buah.
Pada saat pertumbuhan cabang mencapai ukuran maksimal dapat dilakukan pemangkasan sepanjang 5 cm dari ujung cabang produktif. Tujuannya untuk mempercepat proses penuaan.Cabang produktif yang telah berwarna hijau tua merupakan pertanda bahwa cabang itu sudah siap produksi.
Anda berminat budidaya buah naga? Kami sedia bibitbuah naga kualitas unggul, hasil stek yang teruji, lolos seleksi busuk batang dan berasal dari stek buah naga yang telah berbuah minimal dua kali. Dengan cara stek, anda tidak perlu menunggu lama lama. Satu tahun biasanya sudah mulai belajar berbuah buah naga anda. Salam sukses untuk semua petani budidaya buah naga.



Senin, 18 April 2016

Pemupukan dan Pembumbunan Buah Naga






Pemupukan dan Pembumbunan Buah Naga


Salah satu faktor yang mendorong suksesnya budidaya buah naga adalah adanya pemupukan dan pembumbunan. Kedua hal ini menjadi elemen yang vital karena terkait dengan pertumbuhan dan perkembangfan tanaman serta kualitas dan produktifitas buah naga. Ini disebabkan tanaman buah naga merupakan jenis tanaman kaktus yang sangat banyak membutuhkan unsur hara dalam hidup kembangnya. Namun pemberiannya tentu saja harus seimbang dan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman. 

Jenis pupuk yang diberikan tergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Bahkan, jumlah dan cara pemberiannya berbeda beda sesuai pertimbangan ekonomis maupun perlakuan terhadap tanaman buah naga. Setiap petani memiliki cara tersendiri dalam melakukan pemupukan karena disesuaikan dengan kondisi lahan maupun tenaga yang ada. Pemberiannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Namun, dapat pula pemberian pupuknya dilakukan karena tanaman sudah menunjukkan gejala gejala kekurangan unsur hara tertentu.

 Pemupukan bulan ketujuh hingga kedua belas adalah NPK 50 g dan ZK 20 g per bulan per patok (empat tanaman). Untuk tahun berikutnya, tanaman diberi pupuk NPK 75g dan ZK 30 g per bulan per patok. Penambahan dosis pupuk tersebut dilakukan seiring dengan penambahan cabang.
Dalam hal ini, pemberian pupuk urea tidak dianjurkan untuk digunakan. Hal ini dilakukan karena penggunaan pupuk urea memudahkan terjadinya pembusukan pada batang bila terjadi infeksi. Selain itu dengan pemberian pupuk urea maka sifat cabang atau batang menjadi sedikit lunak, terutama pada masa pertumbuhan cabang baru dibandingkan dengan tanpa penggunaan pupuk urea. Bahkan, pertumbuhan tanaman sejak awal tampak kekar bila tidak menggunakan pupuk urea. 

Waktu (bulan)
Hortigro spesial 14:19:19
Hortigro kuning 11:44:11/ME
Hortigro Power K 13:0:14
Hortigro CNO
Hortigro Magnisal
1-3
20 g
40 gr
-
20 g
-
4-5
40 g
20 g
10 g
-
10 g
6
-
30 g
30 g
-
20 g
7-11
30 g
20 g
30 g
-
20 g

Pemberian pupuk anorganik dilakukan secara melingkari tanaman dengan jarak 5-7 cm. Setelah diberi pupuk, tanah dapat dibumbun. Pembumbunan ini bertujuan agar tanah menjadi gembur sehingga perakaran tanaman dapat dengan leluasa menyerap unsur hara yang diberikan dan dapat merangsang pertumbuhan akar di punggung batang. 

Disamping itu, tanaman buah naga perlu diberikan campuran 50 kg pupuk kandang, 300 g dolomit dan 20 kg pasir. Pasir dapat ditiadakan bila jenis tanahnya adalah lempung berpasir atau lembung berdebu. Pemberian campuran pupuk ini dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan dosis setengahnya ember per patok (empat tanaman). Peletakannya dengan cara ditaburkan merata secara melingkar berjarak 5 cm dari batang tanaman atau radius sekitar 20-25 cm. 

Bersamaan dengan pemupukan tersebut, tanah perlu dibumbun ringan sambil disiram larutan mikroorganisme seperti EM4 dengan dosis 20 cc yang dilarutkan dalam 10 liter air. Dosis ini Dapat diberikan untuk 20 tanaman.