Rabu, 27 April 2016

Pemupukan Susulan Budidaya Buah Naga




Pemupukan Susulan Budidaya Buah Naga


Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga, karena pupuk merupakan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Meskipun tanah telah menyediakan unsur hara tetapi ketersediaanya tidak mencukupi.
Untuk penanaman buah naga sistem organik, pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing, unggas, atau kompos yang telah matang. Adapun ciri pupuk kandang yang telah matang adalah sudah berbau seperti tanah. Namun untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, pada masa awal tanam dapat diberikan pupuk NPK 1 sendok makan per tanaman.
Selanjutnya jika tanaman sudah tumbuh baik, pemberian pupuk NPK dihentikan. Cara pemupukannya, pupuk NPK dimasukkan pada lubang di sekitar tanaman lalu ditutup dengan tanah. Selanjutnya disiram dengan air agar pupuk larut dan dapat segera diserap oleh tanaman.
No
Periode Pemupukan
Umur Tanaman
Jenis pupuk
Dosis
Keterangan
1
Awal tanam
1 bulan setelah tanam
Pupuk Kandang
3 KG
Per tanaman



Abu sekam
3 kg
Per tanaman



Pupuk NPK
1 sendok makan
Per tanaman
2
Bulan IV
3 bulan
Pupuk kandang
3 KG
Per tanaman



Pupuk NPK
1 sendok makan
Per tanaman
3
Bulan VI
6 bulan
Pupuk kandang
5 KG
Per tanaman



Abu sekam
3 KG
Per tanaman
4
Bulan X
9 bulan
Pupuk kandang 5 KG

Per tanaman



Abu sekam
3 kg
` Per tanaman
5
Bulan XII
12 bulan
=
--
Tanaman sudah berbuah


Keterangan        :
1.       Pemupukan diulang setiap tahun dan dosisnya dinaikkan 10 % setiap tahun.
2.       Pupuk NPK diberikan pada awal tanam dan umur 4 bulan setelah tanam. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif.
Pupuk kandang dan pupuk NPK dimasukkan pada lubang yang dibuat sekitar tanaman buah naga, lalu ditutup dengan tanah. Setelah pemupukan, siram dengan air agar pupuk mudah diserap tanaman. Pemberian pupuk kandang ini sangat membantu memperbaiki daya ikat tanah terhadap air, meningkatkan kesuburan tanah, dan buah yang dihasilkan lebih manis dan tahan dalam penyimpanan.
Untuk pengadaan bibit setek yang sulurnya berumur tua, biasanya pada umur 9-10 bulan setelah tanam (menjelang musim bunga) ada yang sudah mulai berbuah. Menjelang musim pembungaan (Agustus- September) dapat diberi abu sekam padi yang mengandung kalium tinggi sebanyak 2-3 kg per tanaman. Hal ini bertujuan untuk membantu tanaman membentuk sulur produktif dan kelak buah yang dihasilkan terasa lebih manis. Frekuensi pemupukan setiap bulan dengan dosis 6-10 kg per tiang pancang (4 tanaman)
Anda berminat budidaya buah naga? Kami sedia bibit buahnaga. Ready stok bibit buah naga merah dan putih. Siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/WA 087838393451 beralamat di Dusun Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Kec Mlati Sleman. Semoga anda sukses dalam budidaya buah naga. 
bibit buah naga

Kamis, 21 April 2016

Pemangkasan dan manfaatnya bagi budidaya buah naga

 

Pemangkasan dan manfaatnya bagi budidaya buah naga


Selama masa vegetatif (tak kawin), tanaman buah naga aktif membentuk tunas tunas baru. Apabila tunas dibiarkan tumbuh maka akan terjadi kompetisi dalam memperoleh cahaya dan unsur hara sehingga pertumbuhan tunas kurang baik. Untuk mendapatkan tunas atau cabang produktif yang tumbuh kekar dan sehat maka harus dilakukan pengaturan cabang produktif. Pengaturan ini dilakukan dengan memangkas cabang yang tumbuhnya kurang baik dan kurang mendapat sinar matahari.
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk batang pokok, cabang cabang produktif dan seleksi buah naga yang baik. Dengan cara ini makan tanaman buah naga diharapkan dapat berproduksi secara optimal dengan kualitas baik.

Membentuk batang pokok
Setelah bibit buah naga ditanam beberapa minggu, maka secara otomatis akan tumbuh tunas tunas baru. Pilih satu tunas yang tampak tumbug kekar, tebal dan batangnya hijau tua. Tunas tunas lainnya yang kurang bagus dipangkas agar tunas yang dipilih dapat berkembang lebih cepat. Selama proses pembentukan batang pokok ada kemungkinan tumbuh tunas baru. Tunas ini harus dipangkas secepatnya.
Setelah pertumbuhan batang pokok mencapai 10 cm, bagian pucuknya segera dipangkas. Tujuan pemangkasan ini adalah memacu pembentukan cabang cabang produktif yang kelak merupakan tempat munculnya buah.
Pengaturan cabang produktif
Dengan memangkas ujung batang pokok maka akan tumbuh banyak tunas. Pilih cabang terbaik sebanyak 3-4 cabang produktif per tanaman. Cabang terpilih diarahkan keluar agar mendapat sinar mataharipenuh. Biarkan cabang terpilih tumbuh memanjang dan melengkung ke bawah. Bila muncul tunas pada batang utama maka harus secepatnya dipangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan cabang produktif. Pada setiap cabang pertama dapat dipelihara dua cabang produktif kedua. Dengan demikian setiap tanaman memiliki 6-8 cabang yang harus dipertahankan sampai menghasilkan buah.
Pada saat pertumbuhan cabang mencapai ukuran maksimal dapat dilakukan pemangkasan sepanjang 5 cm dari ujung cabang produktif. Tujuannya untuk mempercepat proses penuaan.Cabang produktif yang telah berwarna hijau tua merupakan pertanda bahwa cabang itu sudah siap produksi.
Anda berminat budidaya buah naga? Kami sedia bibitbuah naga kualitas unggul, hasil stek yang teruji, lolos seleksi busuk batang dan berasal dari stek buah naga yang telah berbuah minimal dua kali. Dengan cara stek, anda tidak perlu menunggu lama lama. Satu tahun biasanya sudah mulai belajar berbuah buah naga anda. Salam sukses untuk semua petani budidaya buah naga.



Senin, 18 April 2016

Pemupukan dan Pembumbunan Buah Naga






Pemupukan dan Pembumbunan Buah Naga


Salah satu faktor yang mendorong suksesnya budidaya buah naga adalah adanya pemupukan dan pembumbunan. Kedua hal ini menjadi elemen yang vital karena terkait dengan pertumbuhan dan perkembangfan tanaman serta kualitas dan produktifitas buah naga. Ini disebabkan tanaman buah naga merupakan jenis tanaman kaktus yang sangat banyak membutuhkan unsur hara dalam hidup kembangnya. Namun pemberiannya tentu saja harus seimbang dan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman. 

Jenis pupuk yang diberikan tergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Bahkan, jumlah dan cara pemberiannya berbeda beda sesuai pertimbangan ekonomis maupun perlakuan terhadap tanaman buah naga. Setiap petani memiliki cara tersendiri dalam melakukan pemupukan karena disesuaikan dengan kondisi lahan maupun tenaga yang ada. Pemberiannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman. Namun, dapat pula pemberian pupuknya dilakukan karena tanaman sudah menunjukkan gejala gejala kekurangan unsur hara tertentu.

 Pemupukan bulan ketujuh hingga kedua belas adalah NPK 50 g dan ZK 20 g per bulan per patok (empat tanaman). Untuk tahun berikutnya, tanaman diberi pupuk NPK 75g dan ZK 30 g per bulan per patok. Penambahan dosis pupuk tersebut dilakukan seiring dengan penambahan cabang.
Dalam hal ini, pemberian pupuk urea tidak dianjurkan untuk digunakan. Hal ini dilakukan karena penggunaan pupuk urea memudahkan terjadinya pembusukan pada batang bila terjadi infeksi. Selain itu dengan pemberian pupuk urea maka sifat cabang atau batang menjadi sedikit lunak, terutama pada masa pertumbuhan cabang baru dibandingkan dengan tanpa penggunaan pupuk urea. Bahkan, pertumbuhan tanaman sejak awal tampak kekar bila tidak menggunakan pupuk urea. 

Waktu (bulan)
Hortigro spesial 14:19:19
Hortigro kuning 11:44:11/ME
Hortigro Power K 13:0:14
Hortigro CNO
Hortigro Magnisal
1-3
20 g
40 gr
-
20 g
-
4-5
40 g
20 g
10 g
-
10 g
6
-
30 g
30 g
-
20 g
7-11
30 g
20 g
30 g
-
20 g

Pemberian pupuk anorganik dilakukan secara melingkari tanaman dengan jarak 5-7 cm. Setelah diberi pupuk, tanah dapat dibumbun. Pembumbunan ini bertujuan agar tanah menjadi gembur sehingga perakaran tanaman dapat dengan leluasa menyerap unsur hara yang diberikan dan dapat merangsang pertumbuhan akar di punggung batang. 

Disamping itu, tanaman buah naga perlu diberikan campuran 50 kg pupuk kandang, 300 g dolomit dan 20 kg pasir. Pasir dapat ditiadakan bila jenis tanahnya adalah lempung berpasir atau lembung berdebu. Pemberian campuran pupuk ini dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan dosis setengahnya ember per patok (empat tanaman). Peletakannya dengan cara ditaburkan merata secara melingkar berjarak 5 cm dari batang tanaman atau radius sekitar 20-25 cm. 

Bersamaan dengan pemupukan tersebut, tanah perlu dibumbun ringan sambil disiram larutan mikroorganisme seperti EM4 dengan dosis 20 cc yang dilarutkan dalam 10 liter air. Dosis ini Dapat diberikan untuk 20 tanaman.